Untuk menghilangkan iklan di HP, Anda perlu tahu dulu iklan itu datang dari mana, karena setiap sumber butuh penanganan berbeda. Cara menghilangkan iklan di HP yang muncul tiba-tiba hampir selalu bermuara pada tiga sumber: aplikasi pihak ketiga yang Anda pasang sendiri, notifikasi situs web yang tanpa sadar Anda izinkan lewat browser, dan layanan rekomendasi bawaan dari pabrikan HP. Dua sumber pertama bisa dimatikan sampai tuntas dalam hitungan menit. Sumber ketiga bisa ditekan lewat pengaturan, tapi tidak selalu bisa hilang sepenuhnya, dan artikel ini akan menyebutkan di mana batasnya.
Urutan yang benar adalah diagnosis dulu, baru eksekusi. Kalau Anda langsung menghapus aplikasi secara acak, kemungkinan besar Anda menghapus aplikasi yang tidak bersalah sementara iklannya tetap muncul. Jadi luangkan satu menit untuk membaca bagian pertama sebelum menyentuh pengaturan apa pun.
Ada dua kategori iklan di HP Android, dan keduanya beda penanganan. Iklan dari aplikasi yang Anda pasang sendiri bisa dihilangkan total dengan menghapus aplikasinya. Iklan bawaan sistem dari pabrikan hanya bisa dikurangi lewat pengaturan, tidak bisa dihapus, karena aplikasinya bagian dari sistem. Jangan percaya panduan yang menjanjikan semua iklan hilang 100 persen.
Kenali dulu: iklan Anda datang dari mana
Sebelum mengubah apa pun, tentukan dulu Anda menghadapi yang mana. Tiga sumber di bawah ini punya gejala yang cukup khas, dan sekali Anda bisa membedakannya, sisanya tinggal mengikuti langkah.
1. Aplikasi pihak ketiga yang Anda pasang sendiri. Ini penyebab paling umum. Gejalanya: iklan muncul sebagai notifikasi dengan nama pengirim yang jelas, atau pop-up muncul beberapa saat setelah Anda membuka aplikasi tertentu. Samsung menjelaskan hal ini terang-terangan di halaman dukungannya, bahwa pop-up ads bukan berasal dari ponselnya melainkan dari aplikasi pihak ketiga yang diunduh ke ponsel, dan bahwa itu cara pengembang aplikasi menghasilkan uang. Samsung juga menambahkan catatan praktis: supaya bisa menampilkan iklan, aplikasinya harus aktif di perangkat Anda, jadi tersangka utamanya ada di daftar aplikasi yang baru-baru ini Anda pasang atau gunakan. Rujukan lengkapnya ada di halaman dukungan resmi Samsung soal menghapus iklan di ponsel Galaxy.
2. Notifikasi situs web lewat browser. Ini sumber yang paling sering salah dituduh. Anda pernah membuka satu situs, muncul kotak minta izin mengirim notifikasi, Anda menekan Izinkan tanpa membaca, dan sejak itu iklan datang terus meski browser sudah ditutup. Google menyebut skenario ini eksplisit di dokumentasi Chrome: kalau pop-up masih muncul setelah diblokir, kemungkinan Anda sebelumnya berlangganan notifikasi dari sebuah situs. Ciri khasnya, notifikasi itu membawa nama domain situs, bukan nama aplikasi.
3. Layanan rekomendasi bawaan pabrikan. Ini yang paling jarang disadari orang. Sejumlah pabrikan menanamkan layanan yang mengirim rekomendasi, promo, dan penawaran lewat notifikasi sistem atau ke dalam aplikasi bawaan. Ini bukan teori konspirasi, melainkan hal yang didokumentasikan pabrikannya sendiri. Kebijakan privasi resmi Infinix, misalnya, di bagian 2.8 menyatakan mereka memakai layanan push dan notifikasi untuk mengevaluasi performa iklan serta mengirim notifikasi dari TRANSSION OS Service, termasuk informasi soal penjualan dan promosi, dan bahwa mereka dapat memakai data pribadi Anda untuk mengirim pesan push yang menawarkan atau mengiklankan produk mereka maupun produk pihak ketiga tertentu. Anda bisa membaca sendiri di kebijakan privasi resmi Infinix.
Cara membedakannya di lapangan cukup sederhana. Tarik panel notifikasi ke bawah saat iklan muncul, lalu perhatikan nama pengirim di bagian atas notifikasi. Kalau yang tertera nama aplikasi, berarti sumbernya aplikasi. Kalau yang tertera alamat situs, berarti sumbernya browser. Kalau yang tertera nama layanan sistem atau aplikasi bawaan yang tidak pernah Anda pasang, berarti sumbernya pabrikan.
Kalau iklan sedang muncul di layar, jangan buru-buru menutupnya. Tekan lama notifikasinya. Android akan menampilkan nama aplikasi atau situs pengirim beserta pintasan ke pengaturan notifikasinya. Ini cara tercepat menemukan tersangka tanpa menebak-nebak, dan Anda bisa langsung mematikan notifikasinya dari situ juga.
Langkah universal: matikan notifikasi dan pop-up dari sumbernya
Kalau Anda sudah tahu pengirimnya, langkah berikut berlaku untuk hampir semua HP Android, apa pun mereknya. Perlu dicatat, Google sendiri memberi peringatan berulang di dokumentasinya bahwa pengaturan bisa berbeda antar ponsel dan menyarankan menghubungi produsen perangkat untuk detailnya. Jadi kalau nama menu di HP Anda sedikit berbeda, itu wajar, bukan berarti Anda salah langkah.
Mematikan notifikasi sebuah aplikasi. Menurut panduan resmi Google soal mengontrol notifikasi di Android, jalurnya:
- Buka aplikasi Setelan (Settings) di perangkat Anda.
- Ketuk Notifikasi (Notifications).
- Ketuk Notifikasi aplikasi (App notifications).
- Cari aplikasi yang mengirim iklan, lalu matikan sakelarnya.
Menghentikan notifikasi dan pop-up dari situs web di Chrome. Google mendokumentasikan dua pengaturan terpisah, dan keduanya perlu Anda cek karena fungsinya berbeda. Untuk memblokir pop-up: buka Chrome, ketuk ikon Lainnya (tiga titik) di kanan kolom alamat, pilih Setelan, lalu Setelan situs (Site settings), lalu Pop-up dan pengalihan (Pop-ups and redirects), dan pastikan dalam kondisi mati. Untuk menghentikan notifikasi dari satu situs tertentu: buka situsnya, ketuk ikon informasi halaman di sebelah kiri kolom alamat, pilih Izin (Permissions), lalu ubah setelannya. Langkah lengkapnya ada di dokumentasi Chrome soal memblokir pop-up.
Menghapus aplikasi yang mengirim iklan. Kalau aplikasinya memang tidak Anda butuhkan, hapus saja. Di sini ada perbedaan penting yang perlu Anda tahu sejak awal: Google memisahkan dua hal di halaman bantuannya, yaitu menghapus aplikasi di perangkat Android, dan menonaktifkan aplikasi yang sudah ada sejak awal di perangkat Android. Perbedaan istilah ini bukan kebetulan. Aplikasi bawaan pabrikan sering kali tidak bisa dihapus, hanya bisa dinonaktifkan. Rinciannya ada di halaman resmi Google soal menghapus, menonaktifkan, dan mengelola aplikasi. Kalau tombol Uninstall di HP Anda tidak bisa ditekan dan hanya tersedia Disable, itu bukan kerusakan, itu memang batas yang ditetapkan pabrikan.
Berikut ringkasan mana yang bisa dituntaskan dan mana yang tidak, supaya Anda punya ekspektasi yang benar sebelum mulai:
| Sumber iklan | Bisa dihilangkan total? | Tindakan |
|---|---|---|
| Aplikasi pihak ketiga yang Anda pasang | Ya | Hapus aplikasinya |
| Notifikasi situs web lewat browser | Ya | Cabut izin notifikasi situs |
| Rekomendasi aplikasi bawaan pabrikan | Sebagian | Matikan sakelar rekomendasi per aplikasi |
| Aplikasi bawaan sistem yang beriklan | Tidak, hanya bisa dinonaktifkan | Disable, bukan uninstall |
Cara menghilangkan iklan di HP Oppo (ColorOS)
Oppo termasuk pabrikan yang menerbitkan panduan resminya sendiri untuk masalah ini, dan menariknya, jalurnya berbeda antar versi ColorOS. Ini contoh nyata kenapa panduan yang menyamaratakan semua HP Android sering tidak berhasil. Berikut jalur menurut halaman dukungan resmi Oppo soal menghapus iklan di ponsel Oppo:
- ColorOS 13 ke atas: buka Settings, lalu Notification & Status Bar, pilih aplikasi yang ingin Anda atur, lalu matikan Allow notifications.
- ColorOS 12 ke bawah: buka Settings, lalu Notification & Status Bar, lalu Manage Notifications, pilih aplikasinya, lalu matikan Allow Notifications.
Oppo juga memberi jalan pintas lewat panel notifikasi: geser layar dari atas ke bawah untuk membuka Notification Center, geser notifikasinya ke kiri, ketuk ikon Setelan, lalu matikan Allow Notifications. Ini praktis dipakai persis saat iklannya muncul.
Satu kasus yang sering bikin pengguna Oppo buntu: opsi Allow Notifications kadang tampil abu-abu dan tidak bisa diubah. Oppo menyediakan jalur alternatif untuk kondisi ini, yaitu dari layar utama tekan lama ikon aplikasinya, ketuk App Info, lalu Manage notifications, lalu matikan Allow Notifications. Oppo mencatat jalur ini hanya tersedia untuk ColorOS 5.0 ke atas.
Perhatikan bahwa panduan resmi Oppo di atas berfokus pada notifikasi iklan, bukan iklan yang tampil di dalam aplikasi bawaan. Untuk yang terakhir, Oppo tidak menerbitkan panduan tunggal yang bisa kami rujuk, jadi kami tidak akan mengarang langkahnya di sini.
Cara menghilangkan iklan di HP Samsung (One UI)
Samsung memakai istilah customisation service untuk layanan yang mempersonalisasi promosi di aplikasi-aplikasi Samsung. Menurut halaman dukungan resminya, iklan Samsung bersifat opt in, artinya Anda menyetujuinya saat proses setup akun Samsung, sering kali tanpa sadar karena buru-buru menekan lanjut.
Yang penting dicatat, dan ini jarang disebut panduan lain: Samsung sendiri menulis bahwa mematikan customisation service tidak akan menonaktifkan iklan sepenuhnya, melainkan menghentikan iklan itu dipersonalisasi dengan data Anda. Samsung menambahkan bahwa efek sampingnya jumlah iklan di perangkat ikut berkurang. Jadi ini langkah yang tetap layak dilakukan, hanya saja jangan berharap layar Anda bersih total setelahnya.
Untuk mematikan notifikasi iklan, Samsung menyarankan masuk ke Settings, lalu Notifications. Kalau iklannya baru saja tiba lewat baki notifikasi, aplikasinya akan terlihat di bagian recently sent dan Anda bisa langsung mematikan sakelarnya. Kalau notifikasinya dikirim lebih lama sebelumnya, Anda perlu menelusuri lebih dalam untuk menemukan aplikasinya. Cara tercepat menurut Samsung: saat notifikasi iklan tiba, tekan lama notifikasinya, lalu matikan sakelar notifikasi untuk aplikasi tersebut.
Untuk pengguna browser Samsung Internet, Samsung menyebut opsi memblokir pop-up ada di menu Sites and downloads, lalu aktifkan block pop ups. Samsung Internet juga menyediakan menu Ad Blockers tersendiri di dalam menunya.
Cara menghilangkan iklan di HP Xiaomi dan Redmi (MIUI dan HyperOS)
Ini bagian yang paling sering ditanyakan, dan juga paling sering dijawab ngawur di internet. Perlu kejujuran di depan: Xiaomi tidak menerbitkan satu halaman resmi berisi daftar lengkap semua sakelar iklan di MIUI dan HyperOS. Yang ada adalah artikel dukungan per fitur. Karena itu, di sini kami hanya menuliskan yang benar-benar bisa kami rujuk ke dokumen resmi Xiaomi, dan tidak menambah langkah dari forum atau blog yang tidak bisa diverifikasi.
Yang terdokumentasi resmi adalah fitur Receive recommendations di dalam aplikasi Security. Menurut artikel dukungan resmi Xiaomi, yang mereka sebut sebagai panduan umum, jalurnya:
- Buka aplikasi Security di HP Anda. Biasanya ada di layar utama atau di laci aplikasi.
- Ketuk ikon Settings di pojok kanan atas.
- Gulir ke bawah sampai menemukan Receive recommendations.
- Matikan sakelarnya.
Catatan penting soal sumber ini: artikel Xiaomi tersebut ditulis dengan merujuk Redmi 9T, meski Xiaomi menyebutnya sebagai panduan umum untuk ponsel mereka. Kalau HP Anda memakai versi MIUI atau HyperOS yang lebih baru, posisi menunya bisa bergeser. Prinsipnya tetap sama: sakelar rekomendasi ini berada di dalam aplikasi bawaan Xiaomi, bukan di pengaturan notifikasi Android yang biasa, jadi mematikan notifikasi lewat Setelan Android saja sering tidak cukup.
Kalau Anda menjumpai sakelar serupa di aplikasi bawaan Xiaomi lainnya, matikan juga satu per satu. Sakelar rekomendasi di MIUI dan HyperOS memang berdiri sendiri-sendiri per aplikasi, sehingga tidak ada satu tombol yang mematikan semuanya sekaligus. Ini melelahkan, tapi begitulah kenyataannya. Kalau ada panduan yang menjanjikan satu klik untuk semua, patut Anda curigai.
Cara menghilangkan iklan di HP Infinix (XOS)
Untuk Infinix, kami harus jujur soal keterbatasan sumber. Infinix tidak menerbitkan artikel dukungan resmi khusus tentang cara mematikan iklan bawaan sistemnya, setidaknya tidak yang bisa kami temukan dan verifikasi. Yang tersedia dan bisa diverifikasi justru kebijakan privasinya, yang seperti dikutip di bagian awal artikel ini, mengakui bahwa TRANSSION OS Service memang mengirim notifikasi berisi informasi penjualan dan promosi.
Karena itu, untuk HP Infinix, pendekatan yang bisa kami sarankan dengan jujur adalah memakai jalur Android standar yang didokumentasikan Google, yaitu Setelan, lalu Notifikasi, lalu Notifikasi aplikasi, lalu matikan sakelar untuk aplikasi bawaan yang mengirim promosi. XOS dibangun di atas Android, jadi lapisan pengaturan notifikasi Android tetap ada di sana meski penamaan menunya bisa berbeda.
Perlu diingat, mematikan notifikasi sebuah aplikasi sistem berarti Anda juga tidak akan menerima notifikasi lain yang mungkin berguna dari aplikasi itu, misalnya pemberitahuan pembaruan perangkat lunak. Ini pertukaran yang perlu Anda putuskan sendiri, bukan sesuatu yang bisa kami putuskan untuk Anda.
Kalau Anda sedang mempertimbangkan HP baru dan iklan bawaan ini mengganggu Anda, faktor ini layak masuk pertimbangan sejak awal, sama seperti Anda menimbang layar atau baterai. Anda bisa membandingkan pilihan lewat katalog HP kami sebelum memutuskan.
Kalau iklan masih muncul: adware, Advertising ID, dan batasnya
Kalau semua langkah di atas sudah Anda lakukan dan iklan masih menyerbu, kemungkinan Anda berhadapan dengan aplikasi yang memang dirancang nakal. Google menyediakan Play Protect untuk kasus seperti ini. Menurut halaman resmi Google soal Play Protect, layanan ini memeriksa perangkat Anda dari aplikasi yang berpotensi berbahaya, memperingatkan Anda soal aplikasi yang melanggar kebijakan dengan menyembunyikan atau menyesatkan informasi penting, dan dapat menonaktifkan atau menghapus aplikasi berbahaya dari perangkat Anda. Cara mengeceknya: buka Google Play Store, ketuk ikon profil di kanan atas, ketuk Play Protect, lalu jalankan pemindaian.
Kalau setelah dipindai HP Anda juga terasa panas, boros baterai, atau melambat drastis, gejalanya bisa tumpang tindih dengan hal lain. Ada baiknya Anda menelusuri cara mengetahui HP disadap untuk memastikan yang Anda hadapi memang sekadar adware, bukan sesuatu yang lebih serius. Kalau keluhan utamanya cuma lambat, penyebabnya sering kali bukan iklan sama sekali, dan cara mengatasi HP lemot membahas diagnosisnya lebih tepat.
Langkah lain yang sering disebut adalah mengatur ulang atau menghapus Advertising ID. Ini berguna, tapi pahami dulu apa yang sebenarnya dilakukannya, karena banyak orang salah paham di titik ini.
Advertising ID adalah identitas iklan yang bisa diatur ulang dan dihapus sendiri oleh pengguna. Sejak pembaruan Google Play services, ID ini akan dihapus ketika pengguna menghapusnya di Setelan Android, dan aplikasi yang mencoba mengaksesnya akan menerima deretan angka nol. Google menyatakan aturan ini berlaku untuk aplikasi di Android 12 mulai akhir 2021, lalu diperluas ke semua perangkat yang mendukung Google Play mulai 1 April 2022. Sumber: dokumentasi Advertising ID di Play Console Help.
Yang perlu digarisbawahi: menghapus Advertising ID tidak menghentikan iklan muncul. Yang berhenti adalah kemampuan aplikasi menargetkan iklan berdasarkan identitas itu. Iklannya tetap tampil, hanya jadi kurang relevan. Ini sejalan dengan yang dinyatakan Samsung soal customisation service, bahwa mematikannya menghentikan personalisasi, bukan iklannya. Kalau Anda mengharapkan layar bersih setelah menghapus Advertising ID, Anda akan kecewa.
Bagaimana dengan reset pabrik? Ini pilihan terakhir yang sering disarankan, dan efeknya nyata tapi terbatas. Reset pabrik menghapus semua aplikasi pihak ketiga, jadi iklan dari aplikasi nakal memang hilang. Tetapi aplikasi bawaan pabrikan dan layanan rekomendasinya akan kembali ke kondisi seperti HP baru, termasuk semua permintaan persetujuan iklan saat proses setup. Artinya kalau Anda tidak teliti saat setup ulang, Anda bisa menyalakan kembali persis apa yang tadi Anda matikan. Kalau Anda memilih jalan ini, baca dulu cara reset HP Android tanpa kehilangan data penting supaya tidak ada yang hilang percuma.
Terakhir, soal pencegahan, karena ini yang paling menentukan dalam jangka panjang. Sebagian besar kasus iklan mendadak berawal dari dua kebiasaan kecil: menekan Izinkan pada kotak permintaan notifikasi situs tanpa membacanya, dan memasang aplikasi gratis dari sumber yang tidak jelas. Untuk yang pertama, biasakan menekan Blokir kalau Anda tidak benar-benar menginginkan notifikasi dari situs itu. Untuk yang kedua, biasakan mengecek jumlah unduhan dan ulasan aplikasi sebelum memasang, dan hindari memasang aplikasi di luar toko resmi kecuali Anda benar-benar paham risikonya.
Dan saat menyiapkan HP baru, pelan-pelan saja di layar setup. Di situlah sebagian besar persetujuan iklan diberikan, dalam kondisi Anda sedang tidak sabar ingin memakai HP baru. Samsung menyebut sendiri bahwa cara terbaik menghindari iklan adalah menghentikannya sebelum dimulai, dan itu terjadi di layar setup. Beberapa detik ekstra membaca toggle di sana menghemat berjam-jam kejengkelan setelahnya.
